Artikel Kesehatan

4 Cara Mengenalkan Seks Edukasi Pada Anak

Written by | Selasa, 14 November 2017 11:51
Rate this item
(0 votes)

Illustrasi Illustrasi

Seks edukasi memang sebaiknya dapat dikenalkan sejak usia dini. Namun, kesadaran ini berbenturan dengan kebingungan bagaimana menerapkan pendidikan seks yang tepat. Terlebih lagi, norma dan kebiasaan yang berlaku masih menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu.

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwijojo berpendapat, pendidikan seks tidaklah melulu sesuatu yang sulit.Menurutnya, yang pertama harus dilakukan para orangtua adalah perubahan pola pikir. Dengan menganggap seks bukan sesuatu yang tabu, orangtua diharapkan bisa lebih nyaman menyampaikan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.

Selanjutnya orangtua bisa lebih kreatif menyampaikan hal yang berkaitan dengan seks, dengan kata yang sederhana dan mudah dipahami.  Hal senada dikatakan pemerhati anak, Seto Mulyadi. Ia menjelaskan beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam memberikan pendidikan tentang seksualitas. Berikut 4 poin di antaranya :

  1. Harus dilakukan orang terdekat
    "Dalam hal ini, orangtua menjadi tombak utama. Anak laki-laki diajari ayah, sedangkan anak perempuan mendapat informasi dari ibu," kata Seto. Dalam prosesnya, orangtua harus komunikatif, rendah hati, dan mau mendengarkan. Orangtua dengan tiga kriteria tersebut akan membuat anak nyaman bertanya dan mendengarkan saran atau jawaban yang diberikan.
  2. Disesuaikan dengan daya tangkap anak
    "Setiap anak memiliki daya tangkap berbeda. Namun, bagaimanapun daya tangkap anak, pastikan dia memperoleh informasi yang maksimal," ujar Seto. Pendidikan seks untuk usia TK tentu berbeda dengan SD dan SMP. Untuk usia TK, kata Seto, pastikan anak mengetahui perbedaan jenis kelamin antara dia dan teman yang lain. Selanjutnya anak juga harus mengetahui perbedaan organ kelamin yang dimiliki, antara laki-laki dan perempuan.
  3. Pemantauan terus-menerus
    "Orangtua harus mengetahui kapan anaknya mengalami mimpi basah atau menstruasi pertama kali. Saat itu pastikan orangtua ada di sisi anak dan siap menghadapi berbagai pertanyaan yang diajukan," ujar Seto. Saat anak mengalami menstruasi atau mimpi basah, orangtua harus menjadi sahabat yang baik. Dengan menjadi sahabat, orangtua lebih mudah mengingatkan kembali fungsi alat kelamin dan tidak menggunakannya sembarangan.
  4. Segamblang mungkin Seks sebaiknya dijelaskan segamblang mungkin kepada anak.
    Dengan penjelasan yang benar dan menyeluruh, anak tidak akan berimajinasi atau memiliki sudut pandang sendiri. Penjelasan yang tidak utuh justru akan memancing rasa penasaran anak. Untuk memulai suatu penjelasan, Vera menyarankan orangtua memancing rasa ingin tahu anak. Selanjutnya penjelasan bisa dimulai dari titik yang dipahami anak.

 

 

Read 44 times Last modified on Selasa, 14 November 2017 12:19
Yanti Cornelia Santoso

Tim Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Kota Kupang-Staf Bidang Kesehatan Keluarga

yanticornelia1209@gmail.com

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...