Artikel Kesehatan

Di Indonesia, Dua Hal Ini yang Paling Sering Picu Alergi Anak

Written by | Senin, 13 November 2017 10:44
Rate this item
(0 votes)

ilustrasi picu alergi ilustrasi picu alergi foto:pixabay.com

Di Indonesia, dua jenis alergi yang paling sering ditemukan pada anak adalah alergi telur dan susu sapi. (Foto: Ilustrasi/Getty Images)

Jakarta, Ketika anak diserang alergi, kebanyakan orang tua di Indonesia menyepelekan kondisi ini. Kecuali jika kondisinya memburuk atau berlangsung hingga berhari-hari. Padahal diperkirakan jumlah anak di Indonesia yang mengidap alergi mencapai 15 persen. Dan tidak banyak orang yang sadar bahwa alergi saja mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

Dijelaskan Prof Dr dr Budi Setiabudiawan, SpA(K), M.Kes., konsultan alergi imunologi anak dari Universitas Padjajaran, penyebab alergi pada anak bisa berasal dari dua hal, yaitu zat yang dimakan dan zat yang terhirup. "Kalau makanan, salah satu penyebab yang paling sering itu susu sapi," tandasnya dalam Media Workshop Bunda Tanggap Alergi dengan 3K bersama alergianak.com di Boncafe Surabaya, Kamis (20/7/2017). Angka kejadian alergi susu sapi di Indonesia sendiri mencapai 7,5 persen. Ini masih cukup rendah bila dibandingkan angka kejadian alergi susu sapi di seluruh dunia yang berkisar antara 10-40 persen, tetapi bukan berarti bisa disepelekan. Selain susu sapi, telur juga disebut Prof Budi sebagai bahan makanan yang kerap memicu alergi pada pada anak Indonesia. Baca juga: Bayi Alami Diare Saat Minum Susu, Intoleransi Laktosa atau Alergi Susu Sapi?

Lantas seberapa jauh kesadaran dan pengetahuan orang tua Indonesia terhadap gejala atau penanganan alergi anak? Ditambahkan Zeinda Rismandari, Allergy Care Manager PT Nutricia Sarihusada, pengetahuan orang tua Indonesia tentang alergi rata-rata sudah memadai. "Cuma kadang informasinya kurang lengkap. Semisal ada orang tua-orang tua yang sudah tahu gejalanya (alergi, red) tapi tidak tahu penanggulangannya seperti apa," katanya dalam kesempatan yang sama. Tetapi ada pula yang cenderung menganggap remeh karena umumnya alergi dianggap sebagai sebuah kondisi kesehatan yang bisa pulih dengan sendirinya. "Biasanya ini karena mereka tidak tahu dampak yang bisa terjadi bila alergi pada anak tidak tertangani dengan tepat," imbuh Zeinda. Menariknya, banyak juga orang tua yang memperlihatkan sikap berlebihan atau parno saat anak ketahuan mengalami alergi. Akibatnya, anak dilarang makan ini itu atau menjauhi hal-hal yang bisa memicu alerginya kambuh. "Ini sama halnya membatasi anak. Pada akhirnya nggak bagus juga untuk anak sendiri," tutupnya. Baca juga: Anak Alergi Perlu Tambahan Makanan Khusus? Ini Kata Dokter(lll/fds)

sumber :detikHealth

Read 12 times Last modified on Senin, 13 November 2017 11:16
Merry Giri

Tim Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Kota Kupang

Staff Puskesmas Alak

puskesmasalak96@gmail.com

Latest from Merry Giri

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...