Artikel Kesehatan

Hanya 15 Persen Bayi Indonesia yang Diberi ASI Eksklusif

Written by | Rabu, 30 Maret 2011 18:51
Rate this item
(0 votes)

Ilustrasi Ilustrasi Foto : NN

Pemberian ASI eksklusif pada bayi yang baru lahir diketahui bisa memberikan banyak manfaat bagi ibu dan anak. Tapi sayangnya hanya 15,3 persen bayi di Indonesia yang mendapat ASI eksklusif.

Pemberian ASI eksklusif pada bayi yang baru lahir diketahui bisa memberikan banyak manfaat bagi ibu dan anak. Tapi sayangnya hanya 15,3 persen bayi di Indonesia yang mendapat ASI eksklusif."Berdasarkan data Riskesdas tahun 2010 menunjukkan pemberian ASI di Indonesia saat ini memprihatinkan, bayi yang menyusu eksklusif sampai 6 bulan hanya 15,3 persen," ujar dr Budiharja, DTM&H, MPH selaku Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes dalam acara seminar tentang Peningkatan Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi dalam Mendukung MDGs di Hotel Manhattan, Jakarta, Selasa (29/3/2011). dr Budiharja menuturkan rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan kualitas sumber daya manusia secara umum. Seperti diketahui jika bayi tidak diberikan ASI dan makanan pendamping yang baik dan tepat setelah usia 6 bulan secara teratur dapat menyebabkan bayi mengalami kekurangan gizi, dan pemberian ASI juga diketahui bisa mencegah kematian bayi. "Diperkirakan setiap jam ada 17 bayi yang meninggal dan ini sangat memprihatikan. Angka-angka ini bukan sekedar statistik semata tapi menunjukkan nyawa yang sebenarnya bisa diselamatkan,' ujar dr Budiharja. Kondisi ini bisa dihindari dan dicegah, salah satunya melalui pemberian ASI eksklusif. Karena itu dr Budiharja menambahkan bahwa ASI eksklusif bukan main-main dan betul-betul bisa mengurangi kematian bayi secara bermakna. Hambatan yang dihadapi dalam pemberian ASI eksklusif ini adalah maraknya promosi dari susu formula sehingga promosi ASI ini masih kalah jauh, serta kurangnya fasilitas bagi ibu yang bekerja untuk menyusui atau memerah ASInya. Pemberian ASI tidak hanya bermanfaat untuk nutrisi bayi, tapi bisa membentuk perkembangan emosional karena dalam dekapan ibu selama menyusu bayi bisa bersentuhan langsung dengan ibu sehingga ia mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman. "Sebesar 80 persen perkembangan otak anak dimulai sejak masih di dalam kandungan sampai usia 3 tahun yang dikenal dengan periode emas, karena itu diperlukan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan bisa diteruskan sampai anak berusia 2 tahun," ungkapnya. dr Budiharja menuturkan pemberian ASI bukan hanya persoalan kaum perempuan saja, tapi laki-laki juga memiliki peran dan bisa memberikan spirit sebagai agen perubahan (agent of change). Sumber : www.detikhealth.com

 

 

Read 3677 times Last modified on Kamis, 26 Oktober 2017 14:24
Debby Riwu

Staff SubBag Perencanaan, Evaluasi & Pelaporan Dinkes Kota Kupang

debbysetyanti@gmail.com

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...