Artikel Kesehatan

Jakarta, Pada orang-orang tertentu, stres yang dialaminya bisa mempengaruhi kesehatan gigi dan mulutnya. Oleh karena itu, jangankan psikolog, dokter gigi saja tahu Anda stres.

Bahkan stres maupun gangguan kecemasan rata-rata tidak ditunjukkan dengan gangguan tidur, kelelahan, atau sakit kepala. Justru seringnya kondisi ini muncul sebagai pemicu gangguan gigi dan mulut, mulai dari mulut kering hingga penyakit pada gusi.

"Jika kami menemukan gejala-gejala seperti itu, kami akan melontarkan beberapa pertanyaan pasien untuk mengetahui penyebabnya, termasuk terkait apa yang terjadi di hidupnya," tutur ahli bedah mulut Dr Sherina Daryanani dari Teeth @ Tiong Bahru Dental Clinic, Singapura.

Lantas gangguan gigi dan mulut apa saja yang mengindikasikan adanya stres? Berikut paparannya seperti dilaporkan Asia One.

  1. Gigi berlubang

Gigi berlubang dan radang gusi biasanya muncul karena seseorang enggan membersihkan giginya dengan baik. Salah satunya karena stres. Lagipula stres memicu kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tak sehat, seperti minuman energi atau kopi.

  1. Lesi

Sariawan, cold sore (luka yang berisi cairan), lichen planus dan sindrom mulut terbakar adalah sebagian kecil contoh lesi yang muncul saat stres. Sebab stres menurunkan kekebalan seseorang sehingga berkontribusi di balik lesi tersebut.

      3. Gigi gemeretak

Menurut Dr Daryanani, bila pasien tak bisa membuka rahangnya sepenuhnya atau merasa tak nyaman saat mengunyah sembari berbicara bisa jadi adalah gejala bruxism atau gigi bergemeretak dengan sendirinya di malam hari. Sebagian besar orang yang mengalami bruxism merasakan stres.

  1. Gigi rusak

Kebiasaan menggigiti kuku dapat mempercepat kerusakan gigi, termasuk memaksa otot-otot yang berperan dalam proses mengunyah sehingga memicu myalgia atau nyeri otot. Pada orang-orang tertentu, kondisi ini juga ada kaitannya dengan kebiasaan bruxism.

  1. Sindrom mulut kering

Dr Daryanani mempertegas bahwa mulut kering adalah salah satu manifestasi utama dari stres. "Saliva (air liur) mempunyai fungsi perlindungan, jadi ketika mulut mengering dan kurang lembab, dapat memicu gangguan lain seperti gigi berlubang, bibir pecah-pecah atau infeksi jamur," tandasnya.

Bahkan pada kasus tertentu, mereka yang mengalami sindrom ini juga bisa merasakan susah makan, susah menelan, mengunyah, hingga berbicara.(lll/up)

(Sumber : health.detik.com)

Published in Artikel Kesehatan

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...