Artikel Kesehatan

Ukuran Otak Dipengaruhi Lamanya Masa Kehamilan dan Menyusui

Written by | Rabu, 30 Maret 2011 18:41
Rate this item
(0 votes)

Ukuran Otak Dipengaruhi Lamanya Masa Kehamilan dan Menyusui

Lahir prematur dan tidak mendapatkan ASI bisa menjadi faktor penghambat pertumbuhan sel-sel otak. Penelitian membuktikan, lamanya masa kehamilan dan menyusu menentukan ukuran otak pada semua spesies mamalia termasuk manusia. Temuan ini sekaligus menguatkan anjuran banyak kalangan mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi anak. Semakin lama mendapatkan ASI eksklusif, maka pertumbuhan otaknya akan lebih maksimal sehingga kecerdasannya juga akan meningkat.

Lahir prematur dan tidak mendapatkan ASI bisa menjadi faktor penghambat pertumbuhan sel-sel otak. Penelitian membuktikan, lamanya masa kehamilan dan menyusu menentukan ukuran otak pada semua spesies mamalia termasuk manusia. Temuan ini sekaligus menguatkan anjuran banyak kalangan mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi anak. Semakin lama mendapatkan ASI eksklusif, maka pertumbuhan otaknya akan lebih maksimal sehingga kecerdasannya juga akan meningkat. Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian Prof Robert Burton dari Durham University di Inggris. Dalam penelitiannya tersebut, Prof Burton membandingkan lamanya masa kehamilan dan menyusu pada 128 spesies mamalia atau hewan menyusui dan manusia. Rusa misalnya, memiliki masa kehamilan selama 7 bulan dan masa menyusui sekitar 6 bulan. Dibandingkan manusia yang hamil selama 9 bulan dan menyusui selama 18-24 bulan, rata-rata ukuran otak rusa 6 kali lebih kecil daripada ukuran otak manusia. "Salah satu poin pentingnya adalah, temuan ini sesuai dan menguatkan panduan WHO yang menganjurkan ASI ekslusif diberikan sekurang-kurangnya selama 18 bulan hingga 2 tahun," ungkap Prof Burton seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (29/3/2011). Sebelumnya, penelitian lain yang dilakukan terhadap 14.000 anak usia balita menunjukkan hasil yang kurang lebih sama. Makin lama mendapatkan ASI eksklusif, tingkat kecerdasannya cenderung lebih tinggi terutama dalam hal kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Sementara itu, belum semua orang memiliki kesadaran untuk memberikan ASI ekslusif sesuai anjuran WHO. Di negara maju seperti Inggris saja, 22 persen ibu-ibu tidak pernah menyusui anaknya sama sekali, sementara di Swedia hanya 2 persen yang tidak melakukannya. Demikian juga di Indonesia, kesadaran untuk memberikan ASI ekslusif juga belum terlalu menggembirakan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, hanya 15 persen bayi di seluruh Indoneisa yang beruntung mendapatkan ASI eksklusif. Sumber : www.detikhealth.com

Read 2512 times Last modified on Kamis, 26 Oktober 2017 14:24
Debby Riwu

Staff SubBag Perencanaan, Evaluasi & Pelaporan Dinkes Kota Kupang

debbysetyanti@gmail.com

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...