Warta Dinkes

Pelatihan Profil Data Terpilah Tahun 2012

Written by | Senin, 15 Oktober 2012 08:13
Rate this item
(0 votes)

Foto Bersama Para Peserta Pelatihan dan Narasumber Foto Bersama Para Peserta Pelatihan dan Narasumber

Penyelenggaraan berbagai pelayanan kesehatan baik perorangan maupun kesehatan masyarakat perlu ditunjang oleh manajemen yang baik. Manajemen Puskesmas merupakan rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik dalam menghasilkan keluaran Puskesmas yang efektif dan efisien. Manajemen Puskemas meliputi 1) perencanaan; 2) pelaksanaan - pengendalian; 3) pengawasan – Pelaporan, yang harus dilaksanakan secara terkait dan berkesinambungan.

Salah satu bagian penting penunjang pelaksanaan manajemen Puskesmas yang baik adalah Sistem Pelaporan. Sistem pelaporan merupakan salah satu item dalam manajemen Puskesmas. Sistem pelaporan Puskesmas sendiri terintegrasi dengan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) dari tingkat Puskesmas hingga Dinas Kesehatan Kota Kupang. Sistem pelaporan menjadi bagian penting dalam menghasilkan data laporan yang kemudian menjadi bahan dasar untuk evaluasi pelayanan kesehatan yang diberikan. Selain itu melalui sistem pelaporan yang baik, akan ditemukan berbagai kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang kemudian sehingga dapat dirumuskan solusi yang dapat diambil guna mendukung penyelesaian kendala tersebut.


Saat ini salah satu dokumen pelaporan tahunan untuk bidang kesehatan yang wajib dibuat oleh seluruh kab/kota se-NTT adalah Profil Kesehatan Kab/Kota, yang disusun oleh Dinas Kesehatan Kab/Kota tersebut. Dinas Kesehatan Kota Kupang secara rutin setiap tahunnya mengeluarkan Profil Kesehatan Kota Kupang. Profil Kesehatan merupakan salah satu indikator utama untuk yang mencatat dan mengukur hasil cakupan pelayanan yang dilaksanakan oleh tiap program kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan Kota Kupang termasuk Puskesmas dan Jaringannya. Pembuatan Profil kesehatan Kota Kupang selalu mengalami perbaikan setiap tahunnya, untuk meningkatkan akurasi dan validitas data yang tampilkan sesuai kebutuhan masyarakat dan berbagai stake holder Dinas Kesehatan lainnya.

Pembuatan profil Kesehatan Kabupaten/Kota wajib merujuk pada Format Profil Kesehatan Kab/Kota yang dikeluarkan secara resmi oleh Kementrian Kesehatan RI. Pada tahun 2007 hingga 2010, Format Profil Kesehatan Kab/Kota mencakup 63 tabel, yang memuat berbagai tabel berdasarkan berbagai jenis pelayanan kesehatan yang diberikan. Namun seiring dengan perjalanannya,  dalam rangka mendukung MDG Goals (MDGs) maka pada tahun 2011 diterbitkan Format Profil Kesehatan Kab/Kota terbaru berbasis Gender yang diperkuat oleh Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri. Berdasarkan format ini, maka Profil Kesehatan Kab/Kota berubah menjadin 79 Tabel, yang dipilah berdasarkan Jenis Kelamin. Kegunaan dari pemilahan ini secara umum untuk melihat dan mengukur akses dan penerima pelayanan kesehatan antara laki-laki dan perempuan, serta mengukur perbandingan derajat kesehatan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya Kota Kupang untuk Tahun 2011, belum dapat melaporkan Profil Kesehatan Kab/Kota sesuai data terpilah, dikarenakan berbagai faktor antara lain, adanya penyesuaian Format pelaporan menggunakan Format Pelaporan SIKDA Manual dan masih banyaknya perbedaan pemahaman di tingkat pengelola program dalam mendefinisikan pengisian data dalam format tabel profil berbasis gender yang terbaru baik oleh pemegang program di tingkat Dinas Kesehatan Kota Kupang, maupun oleh pemegang Program di Puskesmas. Perbedaan pemahaman ini terjadi dikarenakan adanya perubahan dalam Format profil Kab/Kota berbasis gender yang baru yang masih harus dijelaskan lebih lanjut, sehingga nantinya diharapkan dengan adanya kesesuaian pemahaman dalam pengisian Format Laporan Profil Kab/Kota, dapat menghasilkan Profil Kesehatan Kota Kupang yang terpilah dengan data yang akurat dan valid.

Untuk itu dalam rangka mendukung proses penyusunan Format Laporan Profil Kota Kupang yang lebih baik dengan menggunakan format data terpilah berbasis Gender, maka Dinas Kesahatan,Dinas Kesehatan Kota Kupang memandang perlu melaksanakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Profil Kesehatan Berbasis Gender sesuai dengan rencana kerja Kemitraan AIPMNH Kota Kupang tahun 2012.

Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Penyusunan Profil Berbasis Gender, dilaksanakan selama 3 hari terhitung tanggal 18-20 September 2012. Kegiatan ini pada awalnya direncanakan selama 4 hari dengan rincian satu hari materi pembukaan tentang Gender, dan 3 hari materi lanjutan tentang pembahasan penyusunan tabel profil berbasis gender, namun dalam perkembangannya hanya dilaksanakan selama 2 hari karena keterbatasan waktu dari Narasumber Pusat yang hanya dapat mengikuti kegiatan hingga hari ketiga, sehingga jadwal kegiatan yang semula direncanakan pada 18-21 September 2012, diubah menjadi 18-20 September 2012.

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si. Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan menyatakan  bahwa kegiatan pelatihan ini harus diikuti secara baik dan cermat oleh semua peserta pelatihan, karena kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Dinas Kesehatan untuk mengefektifkan dan meningkatkan kualitas data yang di tampilkan dalam profil kesehatan Kota Kupang. Dinas Kesehatan Kota Kupang, merupakan salah satu SKPD yang secara rutin mengeluarkan Profil Kesehatan setiap tahunnya, dari profil inilah tercermin berbagai cakupan hasil pelayanan kesehatan dari berbagai program selama satu tahun, untuk itu dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan juga menyatakan pentingnya keberadaan data sebagai salah satu item penunjang penting dalam perumusan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan kesehatan di tingkatan yang lebih tinggi. Beliau juga mengapresiasi kerja keras dan kehadiran dari seluruh Tenaga SIK tingkat Kota Kupang, yang sudah bekerja dengan baik dalam upaya menunjang pengelolaan kebutuhan data dan informasi kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan hari pertama ini meliputi seluruh Kepala Bidang di lingkup Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kepala Seksi di lingkup Dinkes, Seluruh Tim SIK Puskesmas dan Dinas Kesehatan, Bidan Koordinator Puskesmas, Perwakilan staff Pengelola Program dari setiap seksi pada Dinas Kesehatan Kota Kupang, dan juga perwakilan pengelola program yang berjumlah 7 orang dari setiap Puskesmas, antara lain Program Gizi, Promkes, TB-Paru, HIV-AIDS dan IMS, Kusta, Malaria, dan ISPA.

Dalam Sambutannya Kepala Dinas Juga menyatakan dalam upaya peningkatan seluruh status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, maka keberadaan data juga merupakan salah satu entry point penting dalam rangka mendukung rencana besar tersebut. Untuk itu keberadaan data yang valid dan tersistem dengan baik sangat dibutuhkan. Penyeragaman persepsi akan suatu indikator data juga dianggap penting untuk meningkatkan validitas data yang dihasilkan.


Setelah acara pembukaan selesai, maka dilanjutkan dengan persentase materi pertama tentang Konsep Dasar Gender oleh Nita Wake selaku DGC AIP-MNH Kota Kupang. Pemberian materi berlangsung kurang lebih 1 jam yang dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh peserta. Pemberian materi berlangsung menarik, tentang konsep dasar keberadaan gender, dan mengapa diperlukan adanya data kesehatan yang terpilah berdasarkan jenis kelamin yang sebagian besar digunakan untuk mengukur kesetaraan akses pemanfaatan layanan kesehatan oleh laki-laki dan perempuan. Dalam materi ini juga dijelaskan upaya peningkatan dan penyadaran konsep gender sendiri sendiri, pada akhirnya diharapkan mampu menopang peningkatan cakupan pelayanan KIA secara umum, khususnya sesuai dengan target MDGs, yakni penurunan AKI dan AKB.

Dalam Materi ini juga dijelaskan perbedaan Konsep Gender yang sering diidentikan dengan Perbedaan Jenis Kelamin. Gender bukan hanya sekedar perbedaan jenis kelamin. Gender adalah pemahaman dan nilai-nilai sosial yang diberikan kepada laki-laki atau perempuan dalam sebuah sistem sosial. Dalam konsep selanjutnya terdapat batas yang tegas antara sesuatu yang bersifat kodrati dan yang bukan kodrati. Kodrati tidak dapat diubah, sedangkan yang bukan kodrati adalah sesuatu yang berubah terus menerus. Gender bersifat dinamis dimana tiap masyarakat secara sosial memberikan ‘wajah’ yang berbeda padanya (bergantung pada lokasi & tata kebiasaan lokal masing-masing). Karena tidak dapat dihindari bahwa di dunia ini terdapat 2 jenis kelamin yang berdampingan maka perempuan bukanlah satu-satunya korban, laki-laki juga merupakan korban bias gender dalam masyarakat. Untuk itu diperlukan kesetaraan gender (Gender equity).

Gender equality atau kesetaraan gender adalah sebuah kondisi yang dapat menjamin bahwa kesempatan dapat diperoleh semua orang baik perempuan dan laki-laki. Setiap perempuan dan laki-laki dapat mengaktualisasikan potensi dan hak mereka sebagai manusia, sehingga dapat berpartisipasi dan berkontribusi di semua bidang kehidupan manusia dan memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati hasil yang diperoleh.Namun juga diperlukan sebuah proses dimana perempuan dan laki-laki mendapatkan kesempatan yang sama tetapi tetap fair bagi keduanya disesuaikan dengan kondisi kodrati mereka. Proses tersebut disebut dengan Gender Equity atau disebut juga Keadilan Gender. Gender equity memiliki pengertian lebih mendalam dan luas dibandingkan Gender equality. Gender equity memberikan perspektif yang dapat mengenali perbedaan kebutuhan, prioritas dan fasilitas perempuan dan laki-laki.


Materi selanjutnya dibawakan oleh Veronika Ata, selaku konsultan Gender Tingkat propinsi yang juga merupakan Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPA) tingkat Propinsi NTT. Materi yang dibawakan tentang Pengarus Utamaan Gender (PUG). PUG menjadi penting agar pemerintah dapat bekerja lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan yang responsif gender. PUG merupakan strategi untuk menegakkan hak-hak Laki-laki dan Perempuan  atas kesempatan, pengakuan & penghargaan yang sama di masyarakat.
PUG adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai KKG melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan & permasalahan Laki-laki & Perempuan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program di berbagai kehidupan dan pembangunan. Selain itu menurut Permendagri 67, 2011 Pengarusutamaan Gender adalah strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan, program dan kegiatan pembangunan di Daerah. Sasaran dari PUG sendiri antara lain Lembaga Pemerintah (Dept & Non Dept), Organisasi Perempuan,  LSM,  Organisasi Profesi,  Organisasi keagamaan, dan Keluarga.

Tujuan dari PUG adalah Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, dan kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan. Pemberian materi ini juga bertujuan agar setiap peserta baik di tingkat Dinas Kesehatan maupun Puskesmas menerapkan konsep perencanaan yang responsive gender, khususnya para Kepala Puskesmas dan pengelolan program di tingkat Puskesmas yang senantiasa merumuskan kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan dalam rencana kerja Puskesmas setiap bulannya.
Perencanaan yang responsif gender dilakukan dengan memasukkan perbedaan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam proses penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah. Perencanaan ini dapat mempertajam analisis tentang kondisi daerah karena terpetakan kesejangan dalam pembangunan manusia, laki-laki dan perempuan sehingga membantu mempertajam target group/ kelompok sasaran karena data terpilah. Dalam Perencanaan yang responsif gender, Tidak selalu berupa penambahan program baru dan biaya tambahan bilamana analisis gender diterapkan.

Materi terakhir yang diberikan pada Hari pertama dibawakan oleh dr. Joice Kansil, selaku Kepala Bagian pemberdayaan Perempuan Kota Kupang tentang Kerangka Hukum dan Tata Cara PUG. Dalam penjelasannya, beberapa materi tentang dasar hukum pelaksanaan konsep gender di tingkat Kab/Kota antara lain Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan. Ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kedudukan, peran, dan kualitas perempuan, serta upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memandang  perlunya  melakukan strategi pengarusutamaan gender ke dalam seluruh proses pembangunan nasional. Dalam Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 mengamanatkan kepada seluruh Kementerian dan Lembaga Pemerintah untuk mengintegrasikan gender pada setiap tahapan proses pembangunan yaitu mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi seluruh kebijakan, program dan kegiatan nasional, provinsi dan kabupaten/kota pada semua bidang pembangunan. Meskipun sudah ada Inpres 9/2000 ini, harus diakui bahwa pengarusutamaan gender di kementerian dan lembaga termasuk pemerintah daerah sampai sekarang ini terkesan lambat dan kurang berhasil. Karena keberadaan instrumen hukum Inpres dinilai kurang efektif sebagai landasan hukum strategi pengarusutamaan gender  dalam pembangunan.

Pemerintah provinsi Nusa tenggara Timur pada tanggal 8 April 2009  telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 20 tahun 2009  tentang cara pelaksanaan PUG di lingkup  Pemerintah Provinsi NTT dan pada bulan Oktober tahun 2009 telah mengeluarkan Keputusan Gubernur no 320/KEP/HK/2009  tentang Pembentukan Kelompok Kerja PUG Tingkat Provinsi. Pemerintah Kota Kupang telah merancang Keputusan Walikota Kupang tentang Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender Tingkat Kota Kupang dan telah pula dibuat  Fokal Point PUG pada setiap SKPD dan untuk sementara  difasilitasi pada 6 SKPD terkait di pemda Kota Kupang yakni : Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Badan KBKS, Dinas Nakertrans, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Seluruh pemberian materi berlangsung dengan baik, yang dilanjutkan dengan tahapan diskusi pada setiap sesi dan peserta pelatihan terlihat cukup antusias dalam menanyakan beberapa hal menarik tentang materi yang diberikan antara lain tentang konsep gender dan pengaplikasian sederhana yang dapat dilakukan hingga ke tingkat Puskesmas, serta bagaimana mengintegrasikan pola perencanaan responsive gender pada perencanaan kegiatan di tingkat Puskesmas, yang kemudian dibahas bersama dalam diskusi.

Pelaksanaan Kegiatan hari kedua, merupakan lanjutan dari pemberian materi konsep gender dihari pertama. Kegiatan hari kedua dan ketiga berfokus pada pembahasan metode dan penyamaan konsep tentang pengisian data pada profil berbasis gender atau juga dikenal dengan profil data terpilah. Pembahasan pada hari kedua kemudian difokuskan pada pembahasan tabel profil bidang Kesga dan juga PL-Promkes. Kegiatan ini juga dipandu secara langsung oleh 1 Orang Narasumber Pusat yakni Marlina Indah, SKM., M.Kes selaku salah satu tenaga pengelola data pada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementrian Kesehatan RI, serta 2 Narasumber Propinsi yakni Adriana abhi Kikau, dan Bungshu Sina, SKM dari bagian Perencanaan dan Evaluasi (PDE) Dinkes Propinsi NTT. Selain itu kegiatan ini juga dipandu secara langsung oleh fasilitator dari Dinas Kesehatan Kota Kupang. Peserta Kegiatan pada hari kedua sendiri yakni para Kepala Bidang di lingkup Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kepala Seksi dan Staff Pengelola Program pada dua bidang yang dibahas pada hari ini yakni Kesga dan PL-Promkes, Kepala Puseksmas dan Tenaga SIK Puskesmas dan Dinkes, dan Bidan Koordinator dari setiap Puskesmas. Kegiatan diawali dengan presentase materi pembuka tentang Juknis Profil Data Terpilah oleh narasumber Pusat, yang diikuti dengan Diskusi dan pembahasan Tabel profil.

Pembahasan Tabel menjadi sangat menarik, karena Pengelola Program dari bidang dapat berinteraksi secara langsung dan menanyakan perihal konsep dan Definisi Operasional yang dianggap masih belum jelas pada tiap narasumber yang hadir. Dalam pertemuan ini adapula beberapa perubahan, dan revisi yang diusulkan untuk memperbaiki Petunjuk Teknis (Juknis) Operasional Pengisis Tabel Profil data Terpilah serta diambil pula beberapa kesepakatan yang berkaitan dengan pengisian data profil kesehatan khusus untuk tingkat Kota Kupang.

Beberapa catatan khusus panitia menunjukan adanya usulan revisi ataupun pendeskripsian lebih lanjut pada DO beberapa indikator di Tabel bidang PL-Promkes dan Kesga, penyepakatan penggunaan data sasaran real maupun data sasaran proyeksi untuk kebutuhan sasaran pertahun, penyerasian data sasaran sesuai perhitungan data sasaran terbaru yang termuat dalam Juknis Profil terbaru, serta revisi pada beberapa metode perhitungan yang disesuikan dengan perubahan terakhir yang diketahui program setelah dilaksanakan pertemuan dan pelatihan oleh tenaga pengelola program baik di Tingkat propinsi maupun Pusat.

Pelaksanaan kegiatan hari ketiga merupakan lanjutan pembahasan tabel profil hari kedua namun berfokus pada pembahasan tabel bidang P2, Yankes, dan Sekretariat. Dalam pembahasannya setiap bidang mengkonfirmasi metode pengisian serta keberadaan konsep DO yang dianggap masih belum jelas dalam Juknis yang kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh narasumber yang hadir. Pembahasan tabel diawali dengan pembahasan tabel bidang P2 dilanjutkan Sekretariat, dan diakhiri dengan pembahasan tabel profil Yankes.

Beberapa catatan panitia menunjukan pada pembahasan hari ketiga menghasilkan beberapa beberapa perubahan, dan revisi yang diusulkan untuk memperbaiki Petunjuk Teknis (Juknis) Operasional Pengisis Tabel Profil data Terpilah serta diambil pula beberapa kesepakatan yang berkaitan dengan pengisian data profil kesehatan khusus untuk tingkat Kota Kupang, penjelasan mengenai beberapa formula perhitungan yang disesuaikan dengan perhitungan program, revisi pada beberapa tabel yang belum memuat beberapa data yang dibutuhkan dan tersedia deprogram, dan juga revisi pada beberapa indikator yang digeneralisasi karena data spesifik yang diminta  tidak tersedia pada laporan program. Beberapa pembahasan yang dilakukan Misalnya penjelasan Konsep pengkategorian desa UCI pada Tabel P2, yang menggunakan data agregat cakupan per jenis antigen imunisasi bukan data cakupan imunisasi lengkap per satuan bayi, perbaikan data target imunisasi sesuai target program, penyesuain konsep dan DO beberapa indikator tabel profil tentang malaria yakni konsep Malaria klinis dan klinis malaria, perbaikan formula perhitungan rasio pada beberapa jenis tenaga kesehatan per jenis penduduk pada tabel secretariat, dll.

Penjelasan dan perubahan ini menjadi sangat membantu untuk memperjelas konsep dan memberikan penjelasan lebih bagi setiap pengelola program di tingkat Dinas serta tenaga SIK baik di tingkat Puskesmas maupun Dinkes, untuk memudahkan penyusunan profil terpilah pada akhir tahun, dan tentunya diharapkan mampu menhadirkan data yang konsisten serta memiliki tingkat keakuratan dan validasi yang lebih baik.

Kegiatan pada hari ketiga diakhiri dengan acara penutupan yang dipimpin langsung oleh sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono,SKM., M.Kes. Dalam arahannya, beliau mengemukakan agar setiap materi dan perubahan dalam pelatihan ini dicatat dan dinformasikan lebih lanjut hingga ke pengelola program tingkat Puskesmas, baik oleh tenaga Pengelola program di Dinas maupun oleh Tim SIK Puskesmas.

 

 

 

 

 

Read 2175 times Last modified on Rabu, 25 Oktober 2017 16:39
Andre Logo

Staff SubBag Perencanaan, Evaluasi & Pelaporan Dinkes Kota Kupang

www.dinkes-kotakupang.web.id

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...