Warta Dinkes

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) ke-X Tingkat Kota Kupang dan Peluncuran Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Written by | Selasa, 14 November 2017 07:38
Rate this item
(1 Vote)

Penyerahan parcel buah Penyerahan parcel buah

Bertempat di lapangan SDK St. Maria Assumpta, Dinas Kesehatan Kota Kupang bekerjasama dengan Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang, menggelar Perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Hand Washing Day) ke-X. Sebanyak 20 peserta dari 21 Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang berkumpul bersama mengikuti rangkaian acara yang dibuka oleh Wakil Walikota Kupang.

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sangat penting untuk digalakkan karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. 80% penyakit infeksi umum dan 45% penyakit infeksi berat dapat dicegah dengan cuci  tangan yang benar (WHO,2008). CTPS dilaporkan secara bermakna dapat mencegah transmisi berbagai patogen, mengurangi bakteri terkontaminasi dan mengurangi penyakit yg ditularkan melalui makanan, dan juga dapat menurunkan kasus diare sebanyak 42-47%. Berdasarkan data di atas, dapat dikatakan bahwa perilaku CTPS adalah perilaku sederhana berdampak luar biasa. Perayaan tersebut melibatkan siswa/i sekolah dasar dengan karena perilaku CTPS lebih efektif jika ditanamkan sejak dini. Pada perayaan tersebut, diperagakan 10 langkah cuci tangan yang baik dan benar sesuai standart WHO. Tarian bertemakan cuci tangan pun dipersembahan oleh siswa/i peserta.

Perayaan ini diadakan bersamaan dengan Peluncuran Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Tingkat Kota Kupang. Program Germas merupakan sebuah program yang dirancang untuk menghadapi tantangan serius beban penyakit ganda di Indonesia. Perlu diketahui bahwa perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Namun sejak 2010, penyakit tidak menular (PTM) seperti Stroke, Jantung, dan Kencing manis memiliki proposi lebih besar di pelayanan kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara. Karena itu, GERMAS menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat. GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian
GERMAS meliputi kegiatan: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit.