Andre Logo

Andre Logo

Staff SubBag Perencanaan, Evaluasi & Pelaporan Dinkes Kota Kupang

Senin, 15 Oktober 2012 08:13

Pelatihan Profil Data Terpilah Tahun 2012

Penyelenggaraan berbagai pelayanan kesehatan baik perorangan maupun kesehatan masyarakat perlu ditunjang oleh manajemen yang baik. Manajemen Puskesmas merupakan rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik dalam menghasilkan keluaran Puskesmas yang efektif dan efisien. Manajemen Puskemas meliputi 1) perencanaan; 2) pelaksanaan - pengendalian; 3) pengawasan – Pelaporan, yang harus dilaksanakan secara terkait dan berkesinambungan.

Selasa, 11 September 2012 12:05

Bidan "Pemadam" Budaya Panggang Bayi

Di Desa Jenilu NTT ada tradisi ibu dan bayi yang baru dilahirkan dimasukkan dalam ruangan yang dipenuhi asap dari kayu bakar atau disebut 'Panggang Api'. Ritual untuk menghangatkan itu dilakukan selama 42 hari. Tapi akibatnya, setelah ritual itu banyak ibu yang anemia dan bayinya mengalami gangguan pernapasan.

Senin, 10 September 2012 12:25

Hati-hati Jantung Berdebar

Dokter akan mencatat denyut jantung, tekanan darah dan kontrol pernapasan Anda. Tes darah bisa mengukur kadar hormon tiroid, hemoglobin, kalium, magnesium dan obat-obatan yang mungkin menyebabkan jantung berdebar.

Mentang-mentang masih muda banyak orang yang lantas tak peduli dengan makanan yang diasup. Padahal mungkin tanpa disadari kadar kolesterol jahat dalam darah sudah tinggi. Maka dari itu, jangan segan melakukan cek kolesterol. Kolesterol merupakan molekul sejenis lemak dalam aliran darah. Dalam kadar normal atau kurang dari dari 200 mg/dl, kolesterol adalah sahabat bagi sistem tubuh. “Kolesterol diperlukan untuk membentuk membran sel, membentuk hormon, juga sumber energi,” kata dr.P.Tedjasukamana, Sp.JP, ahli jantung.

Acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terpilih, Jonas Salean, SH., M.Si  dan dr. Hermanus Man, oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya,  untuk memimpin Kota Kupang lima tahun ke depan 2012 – 2017, di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, jalan Frans Seda Kota Kupang, Rabu berlangsung lancar dan khidmat. Undangan sudah disebarkan dengan total undangan mencapai 5.000 orang. Para undangan dibagi dalam beberapa tempat yakni tipe A, B, C sekitar 1.000 undangan dan pelataran Gedung DPRD Kota Kupang 4.000 undangan.

Jumat, 17 Agustus 2012 09:50

Upacara 17 Agustus Pemerintah Kota Kupang

Kota Kupang, (17/8/12). Memperingati HUT ke-67 RI, 17 Agustus 2012, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar upacara bendera yang diikuti seluruh elemen masyarakat Kota Kupang. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Kupang, Jonas Salean.

Hadir pada kegiatan itu, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, Muspida, pimpinan SKPD, Ketua DPRD Kota Kupang, Tellendmark J Daud, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, pimpinan partai politik, rohaniawan dari masing-masing agama, tokoh masyarakat, pemuda dan wanita serta seluruh lapisan masyarakat Kota Kupang. Tepat pukul 08.00 Wita peringatan detik-detik proklamasi dalam Upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-67 di Kota Kupang ditandai oleh bunyi sirine selama 60 detik. Upacara yang berlangsung di lapangan Kantor Walikota Kupang ini, bertindak sebagai Inspektur Upacara Walikota Kupang Jonas Salean, SH, M.Si.

Setelah peringatan detik-detik proklamasi dilanjutkan dengan pembacaan naskah Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Tellendmark J. Daud, dan pengibaran Sang Merah putih oleh anggota Paskibraka Kota Kupang tahun 2012. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat.


Dalam amanat Walikota bahwa sesuai tema HUT Proklamasi RI ke-67 tahun ini “Dengan semangat Proklamasi 17 Agsustus 1945 kita bekerja keras untuk kemajuan bersama, kita tingkatkan pemerataan, hasil-hasil pembangunan untuk keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”, tersirat pesan yang disampaikan kepada kita semua untuk senantiasa dapat bekerja keras sesuai dengan bidang tugas maupun peran kita masing-masing dengan tujuan utama untuk mensejahterakan masyarakat dalam segenap aspek kehidupan. “Persoalan-persoalan pembangunan di daerah ini yang belum kita tuntaskan bahkan masih banyak yang jauh dari harapan, antara lain kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kualitas SDM yang rendah, ketidakadilan sosial, ekonomi dan politik, ketimpangan gender, lapangan kerja, lingkungan hidup dan sebagainya,” kata Walikota. “Persoalan-persoalan pembangunan ini merupakan tantangan kita bersama untuk lebih tekun dan bekerja keras meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat di daerah ini, guna meraih masa depan yang gemilang.” Lanjut Walikota, untuk mengatasi persolan-persoalan yang ada dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah ini, maka Pemkot Kupang pada agenda 5 tahun kedepan telah menetapkan beberapa agenda pokok menyangkut pelaksanaan kegiatan dan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat maupun upaya yang dilakukan dalam mensejahterakan aparatur pemerintahan diantaranya :

  1. Pemberdayaan ekonomi masyrakat melalui pembentukan KUB di setiap RT/RW di masing-masing \ kelurahan dan pemberian raskin gratis kepada masyarakat kurang mampu.
  2. Peningkatan pelayanan di bidang kesehatan dan reformasi pelayanan Jamkesmas/Jamkesda bagi masyarakat yang kurang mampu dan pengingkatan SDM tenaga medis melalui pendidikan dan pelatihan.
  3. Peningkatan mutu pendidikan dan pemberian tunjangan khusus bagi tenaga kependidikan (guru) yang non sertifikasi.
  4. Peningkatan pelayanan dasar masyarakat melalui pemberian KTP dan akte kelahiran gratis dan reformasi pada bidang perijinan melalui pelayanan yang cepat dan tepat.
  5. Peningkatan kesejahteraan pegawai melalui pemberian dana kesra bagi PNS dan honor ke-13 bagi pegawai honorer.

Walikota menyampaikan beberapa pesan yaitu pertama, Mari kita isi kemerdekaan ini dengan meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan, rasa cinta tanah air dan solidaritas sosial antar sesama warga. Kedua, momentum politik telah usai dan saat ini adalah waktu untuk bekerja guna membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat Kota Kupang. “Saya mengajak semua komponen masyarakat di daerah ini marilah kita menyatukan tekad dan merajut kebersamaan serta melakukan yang terbaik guna menjadikan Kota Kupang sebagai kota berbudaya, modern, produktif dan nyaman yang berkelanjutan.” Ketiga, Walikota mengajak seluruh komponen di daerah ini untuk dapat meningkatkan dispilin, etos kerja dan profesionalisme, mengembangkan budaya koletifitas dan sinergitas, meningkatkan kretaifitas dan produktifitas dalam pelaksanaan tugas kita masing-masing guna mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat dalam membangun Kota Kupang yang kita cintai bersama.

Dikesempatan ini pula bagi segenap umat Muslim di Kota Kupang, Walikota menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat menyongsong dan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1433 H.  Pada moment yang bersejarah ini, diserahkan secara simbolis bantuan kepada 3 perwakilan Panti Asuhan di Kota Kupang, hadiah kepada Kelurahan terbaik tahun 2012, bantuan kepada Penerima dana Pensiun dan santunan kepada keluarga PNS yang wafat, juga penyerahan hadiah berupa piala, piagam dan bonus kepada pemenang dalam berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka peringatan HUT RI ke-67. Selain itu, peserta upacara dan para tamu undangan dihibur dengan tari-tarian berupa Ja’i massal dan tari perang dari Alor dan juga atraksi lomba panjat pinang. 
Hadir dalam upacara, Wakil Walikota Kupang, FKPD Kota Kupang bersama istri,  Pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, Plt. Sekda beserta jajaran Pemkot Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang, Ketua DWP Kota Kupang, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan Ormas, mantan pejabat Pemkot Kupang, TNI/Polri, Pimpinan instansi swasta, anggota Korpri, mahasiswa dan pelajar. Adapun pejabat-pejabat upacara yaitu :
Inspektur Upacara    : Jonas Salean, SH, M.Si, Walikota Kupang
Perwira Upacara       : Kapten Infantri Tanuri, Danramil 1604-01 Kupang
Komandan Upacara  : Kapten Invantri Gatot, Pasi Ops Kodim 1604
Musik Lapangan        : TNI AL Lantamal VII
Anggota Paskibra     : Terdiri dari Siswa-Siswi SMA/SMK Sewilayah Kota Kupang
Komandan Paskibra  : Serma Alex Latumenten, Bati Ops Kodim 1604 Kupang.
Pembawa baki bendera     : Prisilla Sefanya Anggriani, Siswi kelas XI SMA Katholik Geovanni Kupang.
Kelompok Paduan Suara     : PS. Kasih dari Pemkot Kupang. Sumber : website Pemkot Kupang

 

 

Kamis, 06 September 2012 13:18

Deseminasi DHA Kota Kupang Tahun 2011

Rabu, 5 September 2012, Dinas Kesehatan Kota Kupang melaksanakan kegiatan Tahunan District Health Account (DHA) untuk menjelaskan rincian pembiayaan kesehatan Kota Kupang Tahun 2011. WHO dan lembaga dunia lain (UNDP, WB, dll) rnenyarankan agar negara-negara di dunia melakukan pencatatan dan analisis situasi pembiayaan kesehatan (National Health Account). Tujuannya adaiah untuk melihat kecukupan, ketepatan alokasi dan efektivitas pembiayaan kesehatan tersebut dalam meningkatkan derajat kesehatan penduduk. Selain itu, hasil pencatatan tersebut dapat dibandingkan antara negara.

Rabu, 01 Agustus 2012 08:58

Profil Menkes Nafsiah Mboi, SPA, MPH

Ketika diumumkan menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (13/6/2012), nama Nafsiah Mboi semakin mencuat ke permukaan. Bagi sebagian pegiat kesehatan masyarakat, nama Nafsiah sudah tak asing lagi. Namun, bagi sebagian masyarakat awam lainnya, nama Nafsiah masih asing. Siapakah Nafsiah, yang pernah dicalonkan sebagai menteri kesehatan pada 2004?

Berikut ini adalah profil Nafsiah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Rabu.
Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH adalah dokter spesialis anak yang juga ahli Kesehatan Masyarakat yang telah mengenyam pendidikan di Indonesia, Eropa dan Amerika. Nafsiah memiliki pengalaman karir panjang sebagai Pegawai Negeri di Departemen Kesehatan (1964-1998), sebagai anggota DPR (1992-1997), dan Pegawai Perserikatan Bangsa-bangsa (1999-2002) tepatnya sewaktu menjabat sebagai Direktur Department of Gender and Women's Health pada World Health Organization Pusat di Geneva, Swiss.
Nafsiah yang lahir di Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940 adalah lulusan Spesialisasi Dokter Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tahun 1971. Gelar Master of Public Health diperoleh di Prince Leopold Institute of Tropical Medicine, Antwerp, Belgium, tahun 1990. Beberapa penghargaan yang pernah diperolehnya di antaranya Ramon Magsaysay Foundation Award for Government Service dari Ramon Magsaysay Foundation, Manila, Philippines (1986), Satya Lencana Bhakti Sosial diterima dari Presiden Republik Indonesia (1989), Fellow of the Australia-Indonesia Institute (1993), Penghargaan dari Asia HRD Congress (2008) dan Penghargaan Soetomo Tjokronogoro yang diberikan oleh PB-IDI (2009).
Nafsiah menikah dengan Brigjen Purn Dr. Ben Mboi MPH, mantan Gubernur NTT dan dikaruniai 3 orang putra dan 5 cucu. Nafsiah memulai karirnya di Departemen Kesehatan sejak tahun 1964. Beberapa jabatan yang pernah diembannya selama menjadi karyawan Departemen Kesehatan adalah sebagai Kepala Rumah Sakit Umum, Ende, Flores (1964 - 1968), Kepala Seksi Perijinan pada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Prop. NTT, Kupang (1979 - 1980), Kepala Bidang Bimbingan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan Masyarakat (BPPKM) pada Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Prop. NTT, Kupang (1980 - 1985).
Selain jabatan karir, Nafsiah pernah menjadi Anggota DPR/MPR RI (1992 - 1997), Ketua Komite PBB untuk Hak-hak Anak (1997 - 1999), Direktur Department of Gender and Women's Health, WHO, Geneva Switzerland (1999 - 2002) dan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (2006 - sekarang).
Lebih dari 70 karya dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris telah dipublikasikan, 20 di antaranya adalah makalah dan artikel. Nafsiah dikenal sebagai sukarelawan dan pekerja masyarakat sejak masih berstatus sebagai pelajar. Selain itu, Nafsiah juga dikenal sebagai aktivis bidang keluarga berencana. Dirinya juga mendedikasikan diri untuk upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.
Komitmen untuk antidiskriminasi dan kesetaraan dalam masyarakat mengarahkan Nafsiah menjadi aktivis untuk hak-hak azasi manusia, dan menjadi salah satu pendiri Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, anggota Komnas HAM, dan Wakil Ketua Komnas Perempuan. Sumber: KOMPAS.com

Sistem informasi kesehatan merupakan salah satu sub sistem dalam kesatuan sistem Dinas Kesehatan secara keseluruhan. Penerapan sistem informasi memberikan dukungan dalam penerapan program-program di Puskesmas sebagai pusat pelayanan dasar kepada masyarakat. Selama ini dalam penyelenggaraannya, upaya pencatatan dan pelaporan seakan berjalan sendiri dan tidak bersinergi dengan upaya kesehatan lainnya. Andaikata ada hubungannya, masih sebatas pada pengumpulan data. Pekerjaan upaya pencatatan dan pelaporan dimaknai secara terbatas oleh petugas.

Hal ini telah mendorong inisiatif Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk mengembangkan sebuah jaringan informasi kesehatan secara terpadu dan menyeluruh untuk semua Kabupaten/Kota di NTT dengan menggunakan aplikasi software SIKDA Terpadu NTT. Sehingga informasi yang diperoleh dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan kesehatan secara tepat sasaran dan efektif. Yang mana pada akhirnya akan membawa perencanaan menuju pelayanan yang berkualitas bagi seluruh rakyat NTT, terutama kaum miskin serta para ibu dan anak, sehingga dapat juga berkontribusi dalam menurunkan AKI dan AKB dalam propinsi NTT.

Pemerintah Kota Kupang dalam upaya mendukung program ini, telah menunjukkan komitmennya dalam bentuk dukungan insentif bagi Tim SIK Puskesmas dan Dinas Kesehatan sejak tahun 2008 hingga saat ini. Selain itu dianggarkan pula pertemuan rutin TIM SIK per triwulan dan penyediaan sarana pengolahan data berupa laptop, komputer PC dan printer. Sehingga diharapkan dari segi peningkatan kapasitas TIM SIK ini, dapat didukung melalui kemitraan AIPMNH. Dengan berbagai dukungan sarana dan prasarana yang ada maka Dinas Kesehatan Kota Kupang sangat berpotensi dalam menjalankan Sistem Informasi Kesehatan Daerah ini secara elektronik atau berbasis komputer. Sehingga diharapkan dengan sistem yang baru ini dapat digunakan untuk mengolah data yang lebih besar. Sistem ini akan dikembangkan pada 2 puskesmas di Kota Kupang yang merupakan Puskesmas yang didukung oleh AIPMNH yakni Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Sikumana. Dengan harapan ke depannya sistem informasi ini dapat diimplementasikan secara bertahap di 8 (delapan) puskesmas lainnya di Kota Kupang. Untuk memulai penerapan SIKDA Sistem Elektonik ini maka Dinas Kesehatan Kota Kupang akan melakukan Pelatihan SIKDA Sistem Elektronik sesuai dengan rencana kerja Kemitraan AIPMNH Kota Kupang tahun 2012.

Pelatihan Sikda Elektronik dilaksanakan sejak tanggal 23-27 Juli 2012, bertempat di Joeniar Guest House dengan mengundang 18 Peserta yang terdiri dari 6 Peserta (Kepala Puskesmas, Tenaga SIK, dan Bidan Koordinator) dari 2 Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Pasir Panjang, yang dipilih sebagai Puskesmas Percontohan untuk penerapan aplikasi Sikda Elektronik, Tenaga SIK dari masing-masing Bidang di Dinas Kesehatan yakni Tim SIK Bidang Sekretariat, Kesehatan Keluarga, PL-Promkes, Pelayanan Kesehatan, Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit.

Dalam pelatihan ini diberikan beberapa materi diantara overview perencanaan dan implementasi Sikda Manual hingga elektronik, review pelaksanaan Sikda Manual, serta pelatihan Aplikasi Sikda Elektronik, serta introduksi GIC atau Gerbang Informasi Cepat. Pelatihan Aplikasi Sikda Elektronik ini diwarnai sesi diskusi dan Tanya jawab, dalam pelaksanaannya terlihat antusiasme peserta yang cukup besar dalam melaksanakan simulasi maupun diskusi tentang aplikasi sikda elektronik. Apabila nantinya akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan maka 2 Puskesmas ini dijadwalkan akan segera melakukan Reformasi Sistem Pendaftaran dan registrasi pasien, serta pencatatan rekam medik dari system manual ke system elektronik paling lambat akhir tahun ini. Aplikasi Sikda Elektronik sendiri mengakomodir berbagai kebutuhan pelaporan yang akan dilaporkan ke Tk. Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Pusat. Dalam aplikasi ini terdapat 4 menu bar utama yakni, Menu registrasi, Menu Buku Kerja yang terdiri dari Buku Kerja/Register Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA, Laboratorium, Kesling, Promkes, dan IGD, menu bar berikut adalah menu Laporan sebagai bentuk rekapitulasi register laporan dalam setiap buku kerja yang siap di Upload dalam bentuk elektronik pada setiap dinas kesehatan kabupaten/kota, dan menu setting. Apabila nantinya sistem ini mampu berjalan secara maksimal seperti yang direncanakan, maka nantinya diharapkan system ini akan memberikan kemudahan dalam berbagai system pencatatan dan administrasi pasien yang ada di tingkat Puskesmas, sehingga Puskesmas nantinya tidak perlu lagi mengerjakan laporan secara manual dalam beberapa rangkap tetapi laporan sudah tersedia dalam bentuk elektronik, sehingga nantinya akan tetap tersimpan secara baik secara elektronik dalam komputer setiap Puskesmas maupun server di Dinas Kesehatan.

Selain melatih aplikasi Sikda elektronik juga dilaksanakan introduksi GIC ataun Gerbang Informasi Cepat sebagai metode terbaru dalam pelaporan yang bersifat real time untuk menjawab besarnya kebutuhan data kesehatan yang up to date dan terkini. Pelatihan ini ditutup pada tanggal 27 Juli 2011, dan diharapkan realisasi Sikda Manual dan elektronik di Puskesmas dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Semoga..

 

Tanggal 4 Juli Wakil Menteri PPN/Bappenas, Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo, MS,   didampingi  Deputi Menteri PPN/Bappenas  Bidang SDM,  beserta Ketua Bappeda Provinsi NTT dan para pejabat Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengunjungi Puskesmas Pasir Panjang yang merupakan salah satu Puskesmas Reformasi AIPMNH di Kota Kupang. Dalam kunjungan ini Wamen dan rombongan disambut oleh Kadis Kesehatan Kotas Kupang, Kabid Kesga dan Kepala Puskesmas beserta staf.  

Wamenkes Saat di sambut Kepala Puskesmas Pasir Panjang
Dalam kunjungan ini rombongan Wamen mendapat penjelasan tentang kegiatan Reformasi Puskesmas dari Kadis Kesehatan Kota Kupang dan Kepala Puskesmas Pasir Panjang. Kadis Kesehatan menjelaskan tentang bagaimana masyarakat dilibatkan dalam kegiatan Reformasi Puskesmas lewat pembentukan BPP, turut hadir juga ketua BPP Kecamatan Kota Lama yang sempat pula menjelaskan bagaimana BPP membantu Puskesmas mendapatkan dana CSR dari Kalbe Farma.

Wamen Menyempatkan diri berdialog dengan salah satu pasien Puskesmas Pasir Panjang

Ketua BPP Kecamatan Kota Lama sedang memberikan penjelasan tentang Kegiatan BPP dan juga Program NICE

Wamen dan Deputi Bapenas mendapatkan penjelasan dari Kadis Kesehatan Kota Kupang dan kepala Puskesmas Pasir Panjang

Kepala Puskesmas Pasir Panjang memberikan penjelasan pada Wamen tentang waktu pelayanan yang diperpanjang sebagai tindak lanjut dari hasil survey pengaduan masayarakat
Saat berkeliling Wamen dan Ibu Deputi  sangat tertarik dengan visualisasi berupa waktu pelayanan laboratorium, janji pelayanan serta hasil survey pengaduan. Menurut Wamen  hasil-hasil yang dilihat di Puskesmas Pasir Panjang sangat baik sekali untuk dapat dikembangkan di Provinsi lain, untuk itu beliau meminta secara khusus kepada Ibu Deputi Bapenas untuk membicarakan dengan Ausaid agar kegiatan Reformasi Puskesmas ini bisa direplikasi di tempat lain. Bahkan  Wamen sempat menyampaikan terima kasih kepada Mentor yang telah melakukan perubahan di Puskesmas Pasir Panjang, tentunys hal  ini  sangat membanggakan.

Kepala Puskesmas sedang menjelasakan kegiatan reformasi puskesmas yang sedang berjalan di Puskesmas Pasir panjang

Ekspresi Wamen saat meneliti poster waktu pelayanan sebagai respon Puskesmas terhadap hasil survey Pengaduan Masyarakat

Wamenkes dan Deputi Bapenas meneliti poster waktu pelayanan laboratorium di Puskesmas Pasir Panjang dan mengapresiasi karena puskesmas mampu memberikan kepastian pelayanan terhadap pengguna layanan

Wamenkes sedang meneliti kantong persalinan di Poli KIA didampingi staf Kementrian Kesehatan

Selama kunjungan  Wamen dan Deputi  terlihat sangat puas dengan kondisi di Puskesmas Pasir Panjang ini dapat terlihat dari pujian yang disampaikan serta kesigapan para staf Puskesmas dalam memberikan penjelasan serta visualisasi informasi yang bisa ditemui.

Kadis Kesehatan kota Kupang sedang menjelaskan Kegiatan Reformasi Puskesmas kepada Wamen didampingi Kepala Puskesmas Pasir Panjang

Kepala Puskesmas sedang menjelaskan hasil survey pengaduan dan Janji Maklumat pelayanan sebagai respon Puskesmas terhadap keluhan pengguna layanan

Mentor juga mendapat kesempatan menjelaskan kegiatan Puskesmas Reformasi kepada Wamenkes dan rombongan
Semoga dengan kunjungan ini akan menambah semangat staf Puskesmas Pasir Panjang untuk untuk terus melakukan reformasi pelayanan.

 

Halaman 2 dari 3

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...