Maria Thresia

Maria Thresia

Staf Seksi Promosi Kesehatan

Ciri-ciri Umum Anak Autis

 

Proses tumbuh kembang anak merupakan hal terpenting yang harus diketahui oleh orang tua. Oleh karena itu, ada baiknya bila orang tua mengenali ciri-ciri anak autis yang pada umumnya terjadi. Sehingga apabila anak memiliki gejala autis, orang tua tetap bisa memaksimalkan pertumbuhannya. Berikut ciri-ciri autisme yang bisa dideteksi pada anak.

Gangguan Kemampuan Sosial
Autisme berkaitan dengan gangguan kemampuan sosial yang penderitanya berinteraksi berbeda dengan orang pada umumnya. Pada tingkat gejala ringan, ciri-ciri autisme yang muncul adalah tampak canggung saat berhubungan dengan orang lain, mengeluarkan komentar yang menyinggung orang lain, dan tampak terasing saat berkumpul bersama orang lain. Penderita autis dengan tingkat gejala autis yang parah biasanya tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga cenderung menghindari kontak mata1. Pada anak-anak, gejala autis berupa gangguan kemampuan sosial ini dapat terlihat dari ketidaktertarikannya pada permainan bersama serta sulit berbagi dan bermain secara bergantian2.

(ilustrasi: kesulitan berkomunikasi pada anak autis. credit: psychologie.savoir.fr)

Kesulitan Berempati
Sangat sulit bagi anak penderita autisme untuk memahami perasaan orang lain, sehingga mereka jarang berempati terhadap orang lain. Mereka juga sulit mengenali dan memahami bahasa tubuh atau intonasi bicara. Saat berbicara dengan orang lain, komunikasi cenderung bersifat satu arah karena mereka lebih banyak membicarakan dirinya sendiri. Untungnya, kemampuan berempati ini dapat dilatih dan meningkat jika mereka rutin diingatkan untuk belajar mempertimbangkan perasaan orang lain1.

Tidak Suka Kontak Fisik
Tak seperti anak lain pada umumnya, sebagian anak penderita autisme tidak menyukai jika mereka disentuh atau dipeluk. Namun, tidak semua menunjukkan gejala yang sama. Sebagian anak dengan autisme sering dan senang memeluk mereka yang dekat dengannya1.

Tidak Suka Suara Keras, Beberapa Aroma, dan Cahaya Terang
Anak penderita autisme umumnya merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan, perubahan kondisi cahaya, dan perubahan suhu yang mendadak. Diyakini bahwa yang membuat mereka merasa terganggu adalah perubahan mendadak, sehingga mereka tidak bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. Bagi anak-anak dengan autisme, memberitahu mereka tentang sesuatu yang akan terjadi ternyata bermanfaat bagi mereka1.

(ilutrasi: merasa terganggu dengan bunyi/suara keras, credit: webtol.com)

Gangguan Bicara
Ciri-ciri autisme bisa juga Anda deteksi dengan mengetahui kemampuan bicara pada anak. Diketahui bahwa 40% dari anak-anak dengan autisme tidak dapat berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Sekitar 25-30% dapat mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, namun sesudahnya kehilangan kemampuan berbicara. Sedangkan sisanya baru dapat berbicara setelah agak besar. Intonasi penderita autisme saat berbicara biasanya cenderung datar dan bersifat formal. Mereka juga suka mengulang kata atau frase tertentu, atau dikenal sebagai echolalia1.

Suka Tindakan Berulang
Anak autis menyukai hal yang sudah pasti sehingga mereka menikmati melakukan rutinitas yang sama terus menerus atau sering melakukan tindakan yang berulang-ulang. Adanya perubahan pada rutinitas sehari-hari akan terasa sangat mengganggu bagi mereka1. Tindakan yang berulang ini dapat bervariasi dan dikenal sebagai stimulating activities (stimming), serta biasanya menjadi suatu obsesi tersendiri bagi penderita autisme2.

Perkembangan Tidak Seimbang
Perkembangan anak pada umumnya bersifat seimbang, artinya perkembangannya meliputi banyak faktor dan bertahap. Sebaliknya, perkembangan pada anak-anak autis cenderung tidak seimbang: perkembangan di satu bidang terjadi dengan cepat namun terhambat di bidang lainnya. Sebagai contoh, perkembangan kemampuan kognitif terjadi dengan pesat namun kemampuan bicara masih terhambat atau perkembangan kemampuan bicara terjadi dengan pesat namun kemampuan motorik masih terhambat1.

Referensi:
1. What is Autism? What Causes Autism. 2013. Medical News Today: MediLexicon International Ltd.
2. Autism Spectrum Disorders: Signs & Symptoms. 2010. Centers for Disease Control and Prevention.

(http://www.alergon.co.id/ciri-ciri-anak-autis/)

Rabu, 22 November 2017 08:00

Waspadai Glomerulonefritis

Pengertian Glomerulonefritis

Kondisi glomerulonefritis pada masing-masing penderita bisa berbeda-beda. Ada yang mengalaminya dalam waktu singkat (akut) dan ada yang jangka panjang (kronis). Penyakit ini juga bisa berkembang pesat sehingga mengakibatkan kerusakan ginjal dalam beberapa minggu atau bulan.

Gejala-gejala Glomerulonefritis

Glomerulonefritis jarang menyebabkan gejala yang spesifik. Tetapi jika bertambah parah, kondisi ini bisa memicu munculnya darah pada urine. Beberapa indikasi lain yang mungkin menyertai gejala utama tersebut meliputi:

  • Urine yang berbuih.
  • Hipertensi.
  • Pembengkakan pada wajah, tangan, kaki, dan perut.
  • Kelelahan karena anemia atau gagal ginjal.

Banyak penyakit yang bisa menjadi penyebab di balik gejala ini. Anda sebaiknya memeriksakan diri secara saksama jika mengalaminya agar penyebabnya bisa diketahui.

Penyebab dan Faktor Pemicu Glomerulonefritis

Penyebab di balik glomerulonefritis belum diketahui secara pasti. Namun para pakar menduga bahwa glomerulonefritis merupakan kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan menyerang sel-sel yang sehat. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mungkin bisa memicu inflamasi dan kerusakan pada glomeruli.

  • Komplikasi dari infeksi-infeksi tertentu, misalnya infeksi tenggorok oleh bakteri streptokokus, HIV, Hepatitis B dan Hepatitis C, serta endocarditis (radang katup jantung).
  • Mengidap kondisi autoimun lain yang biasanya diturunkan, contohnya lupus, vaskulitis (inflamasi pada dinding pembuluh darah), atau nefropati immunoglobulin A (IgA) yaitu penumpukan jenis immunoglobulin A pada glomeruli ginjal.
  • Mengidap penyakit kronis, seperti hipertensi atau diabetes.

Diagnosis Glomerulonefritis

Kondisi ini umumnya diketahui melalui hasil tes urine yang abnormal. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan menganjurkan beberapa pemeriksaan lebih mendetail seperti:

  • Tes darah untuk memeriksa kadar kreatinin dan ureum dalam darah. Peningkatan substansi ini akan mengindikasikan kerusakan ginjal serta glomeruli.
  • Tes urine, khususnya untuk mengecek kadar protein, sel darah putih, dan sel darah merah.
  • USG atau CT scan pada ginjal.
  • Pengambilan sampel jaringan ginjal melalui prosedur biopsi. Ini dilakukan jika dokter perlu memastikan Anda mengidap glomerulonefritis. Biopsi juga akan membantu dokter untuk mencari penyebab glomerulonefritis yang Anda idap.

Pengobatan Glomerulonefritis

Langkah pengobatan untuk tiap pengidap glomerulonefritis tentu berbeda-beda. Perbedaan ini ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu jenis glomerulonefritis yang Anda idap (kronis atau akut), penyebabnya, serta tingkat keparahan gejala yang Anda alami.

Glomerulonefritis ringan terkadang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan tertentu. Biasanya yang diakibatkan oleh infeksi streptokokus pada tenggorokan. Sementara penanganan untuk glomerulonefritis jangka panjang atau kronis bisa dilakukan dengan:

  • Mengendalikan hipertensi dan kadar gula darah Anda.
  • Menangani penyebab glomerulonefritis yang Anda idap.
  • Menggunakan obat-obatan, misalnya imunosupresan atau kortikosteroid.
  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya teratur berolahraga, mengurangi konsumsi makanan bergaram atau berprotein tinggi, berhenti merokok, serta meningkatkan konsumsi cairan dan serat.

Komplikasi Glomerulonefritis

Glomerulonefritis terkadang bisa sembuh tanpa penanganan tertentu, terutama yang ringan. Tetapi jika tidak ditangani dengan saksama, kondisi ini bisa bertambah parah dan memicu penyakit lain. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipertensi.
  • Sindrom nefrotik.
  • Gagal ginjal akut.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Kerusakan pada organ lain seperti gagal jantung dan oedema paru karena cairan tertahan di dalam tubuh.

(Sumber: aladokter.com)

Selasa, 21 November 2017 06:52

Ketahui Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Kondisi atau penyakit tertentu yang memberi tekanan pada ginjal menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ginjal. Tekanan berlebih yang dialirkan jantung melalui pembuluh darah besar maupun kecil dapat merusak organ tubuh, termasuk ginjal. Penyakit ginjal terutama disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi dan diabetes.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyebab utama terhadap penyakit gagal ginjal kronis. Terdapat dua tipe utama diabetes:

  • Diabetes tipe 1 adalah kondisi saat tubuh tidak atau sedikit memproduksi insulin.
  • Diabetes tipe 2 adalah kondisi saat produksi insulin cukup, tapi tubuh tidak menggunakan insulin dengan efektif.

Insulin dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:

  • Mengatur kadar glukosa (gula) dalam darah.
  • Membatasi agar glukosa tidak meningkat terlalu tinggi setelah makan.
  • Menjaga agar kadar glukosa tidak terlalu rendah pada jeda antara waktu makan.

Jika glukosa dalam darah terlalu tinggi, ini dapat memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring kotoran dalam darah dengan merusak sistem penyaringan ginjal. Maka itu sangat penting bagi penderita diabetes untuk menjaga tingkat glukosa (gula darah) mereka melalui pola makan yang sehat dan mengonsumsi obat-obat antidiabetes sesuai aturan dari dokter.

Gagal ginjal diperkirakan diderita sekitar 1-2 dari 5 pengidap diabetes tipe 1 sebelum umur mereka mencapai 50 tahun. Hal ini juga terjadi pada pengidap diabetes tipe 2 yang 1 dari 3 di antaranya juga mengalami tanda-tanda kerusakan ginjal.

Tes fungsi ginjal tahunan akan direkomendasikan oleh dokter agar gangguan ginjal dapat dideteksi secepat mungkin.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah adalah besarnya tekanan yang dihasilkan jantung saat memompa darah ke pembuluh arteri dalam tiap denyut nadi. Tekanan darah kerap diasosiasikan dengan penyakit ginjal karena tekanan darah yang berlebihan dapat merusak organ tubuh Anda.

Hipertensi menghambat proses penyaringan dalam ginjal bekerja dengan baik. Kondisi ini merusak ginjal dengan menekan pembuluh darah kecil dalam organ tersebut.

Meski 9 dari 10 penyebab kasus tekanan darah tinggi tidak diketahui, namun ada kaitan antara kondisi tersebut dengan kesehatan tubuh seseorang secara menyeluruh, termasuk pola makan dan gaya hidup.

Orang yang mengidap kondisi atau memiliki kebiasaan tertentu lebih berisiko mengidap hipertensi, yaitu: kurang berolahraga, kebiasaan merokok, stres, obesitas, mengonsumsi minuman keras berlebihan, usia tua, terdapat anggota keluarga yang dulu mengidap hipertensi, terlalu banyak garam dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi.

Hal-hal Lain yang Menyebabkan Gangguan Ginjal Kronis

Ada beberapa kondisi lain yang lebih tidak umum, tapi juga berisiko menyebabkan penyakit ginjal kronis yaitu:

  • Gangguan ginjal polisistik: kondisi saat kedua ginjal berukuran lebih besar dari normal karena pertambahan massa kista. Kondisi ini adalah kondisi yang diturunkan.
  • Glomerulonefitis atau peradangan pada ginjal.
  • Pielonefritis atau infeksi pada ginjal.
  • Penyumbatan atau gangguan jangka panjang pada saluran kemih, seperti yang disebabkan batu ginjal atau gangguan prostat
  • Suatu kondisi yang menyebabkan urin kembali ke dalam ginjal, disebut dengan vesicoureteral reflux.
  • Penggunaan rutin obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti obat anti-inflamasi non-steroid (non-steroidal anti-inflammatory drugs/NSAIDs), termasuk aspirin dan ibuprofen.
  • Lupus eritematosus sistemik (kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang dan mengenali ginjal sebagai jaringan asing).
  • Kegagalan pertumbuhan ginjal pada janin saat dalam kandungan.

(Sumber:aladokter.com)

Senin, 20 November 2017 08:09

Kenali Gejala Gagal Ginjal Kronis

Gejala Gagal Ginjal Kronis

Umumnya tubuh dapat menoleransi berkurangnya fungsi ginjal, bahkan dalam skala besar. Situasi ini membuat pengidap penyakit gagal ginjal kronis (GGK) tidak merasa mengalami gejala apapun. Jika salah satu ginjal Anda rusak, fungsi ginjal manusia masih tetap dapat terpenuhi hanya dengan satu ginjal lain. Fakta ini membuktikan bahwa manusia terlahir dengan kapasitas fungsi ginjal yang jauh lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Penurunan awal fungsi ginjal yang tanpa gejala ini membuat pengidap GGK kerap tidak segera menyadari penyakitnya. Perubahan fungsi ginjal umumnya baru dapat terdeteksi dari pemeriksaan urin dan darah secara rutin.

Pengidap penyakit ginjal yang telah terdiagnosis akan menjalani pemeriksaan secara teratur untuk memantau fungsi ginjalnya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes darah dan urin. Terapi perawatan juga dilakukan untuk mencegah agar penyakit tidak berkembang. Tes darah, urin, dan pemantauan rutin ini juga berfungsi untuk mendeteksi jika ginjal mulai kehilangan fungsi dan mengarah kepada gagal ginjal.

Gagal ginjal menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Lebih sering ingin buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Kulit gatal.
  • Adanya darah atau protein dalam urin yang dideteksi saat tes urin.
  • Kram otot dan kejang otot.
  • Kehilangan berat badan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Cegukan.
  • Kelelahan atau merasa lemah.
  • Menurunnya ketajaman mental.
  • Tekanan darah yang sulit dikendalikan.
  • Penumpukan cairan yang mengakibatkan pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan.
  • Nyeri pada dada, akibat cairan menumpuk di sekitar jantung.
  • Sesak napas.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan tidur.
  • Disfungsi ereksi pada pria.

Pengobatan pada stadium awal penyakit ginjal kronis dapat mencegah timbulnya gejala-gejala di atas.

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...