Puskesmas Oepoi
A.      Sejarah Singkat Puskesmas

 

Puskemas Oepoi merupakan pemekaran dari Puskesmas Oebobo yang beroperasi sejak bulan Februari 2008 dalam wilayah kecamatan Oebobo. Wilayah kerja Puskesmas Oepoi berbatasan dengan wilayah-wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara : Kelurahan Oepura
  • Sebelah Selatan : Kelurahan Kelapa Lima
  • Sebelah Barat : Kelurahan Fatululi
  • Sebelah Timur : Kelurahan Naimata

Puskesmas Oepoi merupakan hasil pemekaran dari puskesmas oebobo dan secara resmi memulai pelayanan pada bulan pebruari tahun 2008 dengan wilayah kerja 4 kelurahan  yaitu kelurahan Oebufu, kelurahan Kayu putih, TDM, Liliba. Pelayanan yang disediakan masih terbatas pada pelayanan rawat jalan saja dikarenakan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Puskesmas didukung oleh tiga pustu yakni Oebufu, Liliba dan TDM dan satu poskeskel yaitu Kayu Putih.

Kendala utama yang dihadapi pada awal pelayanan puskesmas adalah keadaan fisik gedung yang rusak berat dan tidak memberikan kenyamanan bagi petugas puskesmas sebagai pemberi pelayanan maupun masyarakat sebagai penerima layanan. Namun saat ini sudah ada gedung berlantai dua yang cukup memadai untuk mendukung peningkatan pelayanan sehingga kondisi ini tentu harus dibarengi dengan manajemen yang efektif dan efisien.

 Wacana peningkatan status puskesmas menjadi puskesmas BULD merupakan langkah yang tepat demi memperkuat manajemen puskesmas khususnya pengelolaan keuangan demi mewujudkan pelayaanan yang lebih cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna jasa puskesmas.

Puskesmas Oepoi adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kota Kupang yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di 4 Kelurahan yang menjadi wilayah kerja dari Puskesmas Oepoi. Sebagai unit pelaksana teknis, puskesmas melaksanakan sebagian tugas Dinas Kesehatan Kota Kupang. Berdasarkan kebijakan dasar pusat kesehatan masyarakat (Keputusan Menteri Kesehatan nomor 128 tahun 2004) puskesmas mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam sistem kesehatan nasional dan sistem kesehatan kabupaten kota.

Puskesmas memiliki fungsi yang penting dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional. Fungsi penting tersebut antara lain:

  1. Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. Dalam hal ini puskesmas berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan berwawasan kesehatan. Puskesmas harus aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya serta mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan.
  2. Puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini puskesmas berupayaagar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
  3. Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Dalam hal ini puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan dalam bentuk pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 741/Menkes/PER/VII/2008 tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota, telah ditetapkan indikator kinerja dan target pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 yang mencakup pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan kejadian luar biasa serta promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Bisnis Puskesmas adalah bisnis kepercayaan (Trusty Business/ Value Business) yang berarti bahwa berkembang tidaknya organisasi ini tergantung pada besarnya kepercayaan pelanggan / pengguna jasa pelayanan Puskesmas. Pada masa sekarang ini sangat sulit untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat sebagai pelanggan / pemakai jasa pelayanaan Puskesmas, hal ini terlihat dengan semakin maraknya tuntutan sosial terhadap Puskesmas, dokter maupun tenaga professional lainnya di Puskesmas. 

Dengan adanya aturan-aturan yang ada yang kadangkala justru menimbulkan kekakuan dalam pengelolaan keuangan Puskesmas serta dengan semakin menurunnya kemampuan dana pemerintah dalam penganggaran, memacu Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis untuk mencari jalan keluar, oleh karena itu berbagai upaya penyempurnaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu terus dilakukan, salah satu langkah strategis yang harus ditempuh dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan tersebut adalah dengan secara aktif meningkatkan kinerja organisasi Puskesmas secara professional dan mandiri.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2004 yang kemudian diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, lembaga-lembaga pelayanan sosial milik pemerintah baik di Provinsi/Kabupaten/Kota dapat  mengubah statusnya dari Lembaga Birokratis menjadi Badan Layanan Umum ( BLU ) yang merupakan badan yang memiliki otonomi atau semi otonomi dalam pengelolaan keuangannya. Dalam peraturan pemerintah tersebut, puskesmas dapat diklasifikasikan sebagai Lembaga Usaha Non Profit, dengan demikian prinsip efisiensi dan produktifitas harus menjadi bagian dari social management, hal inilah yang nantinya dapat dijadikan starting point untuk meningkatkan sosial manajemen di Puskesmas pemerintah

Terkait dengan adanya PP nomor 23 tahun 2005 dan Permendagri nomor 61 tahun 2007 tersebut, maka dalam upaya untuk  pengusulan dan penetapan satuan kerja  Instansi Pemerintah untuk menerapkan PPK-BLU, Puskesmas Oepoi termasuk salah satu  instansi pelayanan kesehatan yang juga berkewajiban memenuhi persyaratan pada peraturan tersebut. Dengan pengelolaan Badan Layanan Umum diharapkan Puskesmas Oepoi akan lebih mampu bersaing dengan kompetitor yang saat ini sudah jauh melangkah kedepan, disamping juga akan lebih leluasa dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen bisnis guna menjawab tuntutan pelayanan kepada masyarakat yang paripurna dan prima.        

Dalam rangka Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum ( BLU) disamping persyaratan substantif  juga harus dipenuhi persyaratan teknis dan administratif. Dengan latar belakang permasalahan seperti tersebut diatas perlu dimaksimalkan peran dan fungsi Puskesmas Oepoi kearah fungsi sosial ekonomi.

Untuk maksud tersebut perlu dilakukan analisis tentang berbagai aspek yang ada di lingkungan internal maupun eksternal Puskesmas Oepoi dalam bentuk penyusunan Rencana Bisnis Strategis Puskesmas Oepoi  sebagai Badan Layanan Umum Daerah. Adapun Visi dan Misi Puskesmas Oepoi adalah sebagai berikut:

Visi Puskesmas Oepoi

Visi Puskesmas Oepoi adalah ”Menjadi Puskesmas Mandiri Yang Berkualitas & Profesional Ditahun 2016

Misi Puskesmas Oepoi:

  1. Memberikan pelayanan prima sesuai dengan SOP dan SPP
  2. Meningkatkan kecukupan dan kualitas sumber daya
  3. Menjalin kemitraan dengan stakeholder (pihak terkait)
  4. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
B.       Profil Puskesmas

Kegiatan Utama Puskesmas Oepoi adalah dalam usaha pelayanan kesehatan perorangan dengan pendekatan pelayanan medis, tindakan medik dan keperawatan, pelayanan penunjang medik, dan upaya rujukan. Dengan core bisnis adalah pelayanan kesehatan dasar paripurna dan terpadu. Diharapkan dengan core bisnis tersebut masyarakat yang mengalami masalah kesehatan akan dapat diselesaikan dengan benar melalui  Puskesmas.

Dalam upaya menghadapi persaingan global, terutama terhadap competitor layanan sejenis wilayah kota kupang Puskesmas Oepoi berusaha memenangkan persaingan dengan cara menjaga mutu layanan; Leader dalam SDM dan Sarana Prasarana, Pelayanan  terpadu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Dalam persiapan menghadapi tantangan tersebut Puskesmas oepoi harus mengerahkan sumber daya yang dimiliki secara optimal dan dikembangkan dengan suasana kegiatan bisnis yang sehat sehingga memiliki daya tahan untuk selalu meningkatkan performance dan daya tahan untuk bersaing dengan layanan kesehatan lainnya.

Sumber Daya Manusia

Faktor sumber daya manusia di puskesmas sangat penting. Dokter , tenaga paramedis dan tenaga penunjang lainnya berperan utama dalam pelayanan, dan dalam mencapai kinerja yang telah ditentukan selalu mengedepankan kecepatan pelayanan.

Dengan strategi yang diambil yaitu dengan menyediakan  SDM  yang cukup diharapkan memadai untuk melaksanakan pelayanan setiap harinya. Adapun secara lengkap tenaga (SDM) Puskesmas Oepoi sebagai berikut :

Dokter Umum           =  2 orang

Dokter gigi                = 1 orang

SKM                         = 2 orang

Bidan                        = 15 orang

Bidan PTT                = 1 orang

Perawat                     = 13 orang      

Perawat gigi              = 3 orang

Analis laborat            = 1 orang

Farmasi                     =  3 orang       

Nutrisionis                =  3 orang

Sanitarian                  = 3 orang

Administrasi            =  4 orang

Clenning Service       = 1 orang

 Sarana prasarana

Dalam mencapai target kinerja, Puskesmas Oepoi dilengkapi dengan sarana-prasarana yang mencukupi, terutama untuk pelayanan medis dan penunjang medis. Keandalan dan keamanan sarana-prasarana yang ada sangat mendukung dalam kinerja Puskesmas. Hambatan yang ada adalah masih diperlukannya peningkatan tenaga trampil yang mampu mengoperasionalkan beberapa alat tertentu, dan tenaga yang mampu melaksanakan administrasi biaya operasional.

Untuk pengembangan layanan baru, telah diupayakan menyediakan sarana prasarana pendukung layanan, sehingga pada saat operasional sudah tidak terkendala sarana. Kendala lain dalam bidang sarana prasarana khususnya untuk alat-alat medis dengan teknologi tinggi yang berpotensi menghambat kinerja adalah biaya pemeliharaan, yang umumnya mahal, dan kadang tidak tersedia suku cadangnya

Kegiatan/Produk Layanan

Puskesmas Oepoi berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik yang bermutu & komprehensif, meningkatkan derajat kesehatan serta mendorong kemandirian masyarakat di bidang kesehatan sehingga masyarakat semakin berminat terhadap semua jenis pelayanan kesehatan yang diberikan bagi masyarakat serta membuka selebar mungkin akses dalam memperoleh pelayanan kesehatan, dan berpartisipasi aktif dalam program-program pemerintah dan mitra kerja lainnya dalam penanganan masalah sosial kesehatan.

  Pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Oepoi adalah sbb :

1.      Pelayanan kesehatan bagi bayi dan balita

2.      Pelayanan imunisasi

3.      Pelayanan kesehatan bagi ibu,mulai dari calon temanten, bumil (ibu  hamil), buteki (ibu meneteki) dan bufas (ibu nifas).

4.      Pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat

5.      Pelayanan KB

6.      Pelayanan gizi

7.      Pelayanan kesehatan anak pra sekolah dan usia sekolah

8.      Pelayanan kesehatan rujukan

9.      Penyelidikan epidemiologi (PE) dan penanggulangan penyakit

10.  Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat

11.  Pelayanan Desa Siaga

12.  Pelayanan Kesehatan lingkungan dan sanitasi

13.  Pengendalian vektor

14.  Pengawasan higiene dan sanitasi di tempat pengelolaan makanan

15.  Pelayanan penyediaan obat dan perbekalan kesehatan

16.  Pelayanan kesehatan usila

 

 

 

 


 

Mitra Dinkes

Situs Pemerintah Kota Kupang - NTT
Situs Resmi Pemerintah Kota Kupang - NTT
Bappeda Kota Kupang
Website Resmi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang
Puskesmas Pasir Panjang
Melayani dengan CERIA: Cepat,Empati, Ramah, Inovatif & Akurat
Puskesmas Kupang Kota
Profil & Kegiatan Puskesmas Kupang Kota
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
SIKDA NTT
Website Resmi SIKDA NTT

Feedback

james faot
Sabtu, 01 September 2012 lalu, Kami mengundang Dinkes Kota Kupang sebagai salah satu na...
Bungsu
mantaappzz....!!!
crew perencanaan dinkeskot,,kereennzzz... (siapa dulu bosnya,, k len tu pasti, xixixi...